pikki.iscia@gmail.com info@pikki-iscia.org +6221 884 3485

NEWS PAGES

Kamis, 05 Mei 2016

Pembangunan 3.540 Kapal Selesai Akhir 2016 October 2, 2015

Sinar Harapan, JAKARTA – Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) optimistis dapat menyelesaikan program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk membangun 3.540 kapal. Dengan catatan, PT PAL Indonesia sebagai koordinator pelaksanaan program segera menyampaikan spesifikasi dan kualifikasi kapal yang akan dibuat.

Ketua Umum Iperindo, Eddy Kurniawan Logam saat dialog dengan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, di kantor KKP, Rabu (30/9), mengatakan bahwa Iperindo optimistis menyelesaikan pembangunan 3.000-4.000 kapal hingga akhir 2016. “Saya rasa bangun kapal sebanyak itu mungkin saja. Namun, dari awal spesifikasi dan kualifikasinya harus segera dibicarakan bersama sehingga galangan bisa segera menyiapkan diri,” tuturnya.

Ia menambahkan, jika dibagi rata pengerjaannya dan galangan dipersiapkan dari sekarang, mungkin proyek tersebut dalam 12 bulan dapat diselesaikan. Mengenai tender yang baru dilakukan pada Januari 2016, ia menyatakan, tidak masalah karena kapal-kapal yang dibuat ukurannya tidak terlalu besar. “Sebanyak 2.000 kapal ukurannya masih di bawah 20 GT,” ujarnya.

Eddy mengungkapkan, sebetulnya membangun kapal tidak membutuhkan waktu lama. Namun, harus ada koordinasi kesediaan peralatan, seperti mesin dan lainnya, yang disiapkan sesegera mungkin. Dengan program ini, galangan kapal akan tumbuh, komponennya pun tumbuh.

Meski begitu, sampai hari ini, sebanyak 60-70 persen komponen kapal masih diimpor, bahkan jangkar juga harus diimpor. “Ke depan, kami harapkan dapat diminimalkan dengan rencana yang baik,” ujarnya.

Pembangunan kapal perikanan dan pengadaan alat tangkap tahun anggaran 2016 diperkirakan menghabiskan anggaran Rp 2,72 triliun. Sementara itu, aka nada juga pembangunan kapal penangkap ikan sebanyak 3.540 unit. Itu terdiri atas kapal penangkap ukuran kurang dari 5 GT sebanyak 1.000 unit, ukuran 5 GT 1.000 unit, ukuran 10 GT 1.000 unit, ukuran 20 GT 500 unit, dan ukuran 40 GT 40 unit. Ada pula tujuh kapal angkut dan 23.700 alat tangkap.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengatakan, program ini memang akan mendorong industri galangan kapal. Itu karena negara memiliki visi menjadi poros maritim dunia.

Menurutnya, dengan memiliki kapal yang mumpuni untuk mencari ikan, diharapkan ke depannya nelayan Indonesia mampu menjadi tuan rumah di laut sendiri. Jadi, tidak ada lagi nelayan-nelayan asing yang mengeruk hasil laut Indonesia.

Mengenai komponen kapal yang sebagian besar masih impor, ia mengatakan, ke depan kalau bisa, komponen kapal dibuat di dalam negeri agar tidak sampai semua suku cadang impor.

Direktur Utama PT PAL Indonesia, M Firmansyah Arifin menyebutkan, program pengadaan 3.000-4.000 kapal ini sangat singkat karena pada Januari 2016 sudah harus lelang. “Jadi ditargetkan 10 hari dari sekarang, kami bisa menyampaikan questioner kepada galangan. Setelah itu, ditindaklanjuti oleh tim assessment,” ujarnya.

Ia melanjutkan, berdasarkan data Iperindo, di Indonesia saat ini ada sekitar 250 galangan kapal. PT PAL Indonesia memohon peran aktif dari galangan-galangan kapal yang ada.

Toar S Purukan

Sumber:

http://kkpnews.kkp.go.id/index.php/pembangunan-3-540-kapal-selesai-akhir-2016/

Back
Copyright © 2015. All Rights Reserved. Orbitbumi.com