pikki.iscia@gmail.com info@pikki-iscia.org +6221 884 3485

NEWS PAGES

Kamis, 03 Des 2015

Presentasi AIKKI pada FGD industri komponen kapal & jasa penunjang industri kecil dan menengah expo 2015

A. Perkembangan industri komponen kapal di Indonesia Industri komponen kapal sebagai penunjang utama industri perkapalan di dalam negeri dapat dikatakan masih sangat memprihatinkan. Hampir 80 persen komponen kapal yang terpasang di kapal-kapal yang dibangun oleh perusahaan galangan kapal dalam negeri diimpor dari negara lain seperti China, Taiwan, Korea, dan Jepang.

Kondisi seperti ini disebabkan oleh masih sangat minimnya pasokan komponen kapal yang diproduksi oleh industri dalam negeri. Idealnya, industri komponen kapal di Indonesia berjumlah sekitar 200 unit. Saat ini baru tersedia kurang dari 100 unit, sehingga Indonesia masih membutuhkan sekitar 100 unit lagi dengan investasi yang tidak kecil agar bisa memenuhi skala ekonomis. Kapasitas produksi idealnya sekitar 10 komponen untuk setiap jenisnya per bulan.

 

B. Kendala dan tantangan investasi dan berusaha di sektor industri komponen kapal Beberapa kendala yang memicu minimnya pertumbuhan Industri Penunjang dan Komponen dalam negeri antara lain dari sisi pendanaan dan kebijakan fiksal pemerintah yang masih kurang optimal dalam mendukung pertumbuhan IKM. Isu ini selalu dianggap sebagai alasan kelasik, namun kenyataannya memang demikian. Tingkat suku bunga yang tinggi serta faktor kehati-hatian industri perbankan dalam memenuhi permohonan kredit IKM merupakan kendala yang perlu dicarikan jalan keluarnya oleh pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.

Jika industri perbankan kurang yakin akan kemampuan IKM dan faktor kehati-hatian yang begitu ketat dilaksanakan oleh industri perbankan, maka pertumbuhan IKM khususnya industri komponen kapal akan sangat lambat. Kendala yang juga sangat memengaruhi pengusaha IKM adalah harga produk impor terutama dari China yang jauh lebih murah dari harga jual produk dalam negeri. Hal ini diakibatkan oleh selain biaya produksi komponen impor yang jauh lebih rendah, juga dikarenakan adanya fasilitas fiskal yang diberikan oleh pemerintah Indonesia bagi produk-produk impor. Keadaan ini menjadikan produk lokal akan semakin sulit melawan harga produk impor terutama dari China. Kendala yang tak kalah pentingnya adalah masih kurangnya peraturan dan kebijakan pemerintah yang mendukung perkembangan industri komponen kapal di Indonesia.

 

C. Kebijakan-kebijakan yang diperlukan guna mempercepat investasi dan pengembangan industri komponen kapal Berkenaan dengan kendala-kendala tersebut di atas, maka kebijakan-kebijakan pemerintah yang sangat diperlukan untuk menumbuhkembangkan industri komponen kapal di Indonesia antara lain adalah:

a. Perlu ada kebijakan pemerintah di sektor keuangan antara lain tingkat suku bunga khusus yang diberikan kepada industri kecil dan menengah yang produknya merupakan produk penunjang atau berkaitan langsung dengan keberhasilan program pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi atau PDB nasional.

b. Kebijakan dan peraturan pemerintah lain yang diharapkan dapat mempercepat pengembangan industri komponen kapal dan industri penunjangnya antara lain adalah peraturan tentang penggunaan kandungan lokal. Pelaksanaan PP tentang Peningkatan Penggunaan Komponen Dalam Negeri (P3DN) harus terus diawasi dan dipantau agar maksud dan tujuan dari Peraturan Pemerintah tersebut dapat tercapai.

c. Kebijakan dan peraturan pemerintah yang juga dapat berperan dalam mengembangkan industri komponen kapal adalah mewajibkan instansi pemerintah untuk memaksimalkan penggunaan hasil produksi dalam negeri dalam kegiatan pengadaan barang dan jasa yang dibiayai dari APBN.

 

D. Harapan pelaku usaha industri komponen kapal terhadap pemerintah Kementerian Perindustrian diharapkan agar terus mendorong pembangunan industri komponen kapal di dalam negeri. Langkah tersebut diperlukan sebagai salah satu strategi untuk memacu industri perkapalan sekaligus industri komponen kapal nasional. Oleh karena itu, langkah dan kebijakan pemerintah sebaiknya difokuskan pada upaya penciptaan pasar agar ada repeat order komponen kapal dari industri galangan kapal yang menjadikan industri komponen kapal akan lebih efisien dan tetap survive.

Untuk menumbuhkan industri komponen kapal di dalam negeri, seluruh pemangku kepentingan yakni Pemerintah cq. Kementerian Perindustrian, dan Kementerian yang terkait dengan industri perkapalan nasional, lembaga klasifikasi nasional, pemilik dan pengguna kapal, perusahaan galangan kapal, industri komponen kapal serta industri penunjang lainnya harus selalu bersinerji dan berkoordinasi dalam membangkitkan industri perkapalan dan industri pendukungnya.

Pemerintah Indonesia perlu mengikuti kebijakan dan peran pemerintah negara lain seperti China, Jepang, dan Korea yang sangat mendukung industri manufakturnya termasuk industri perkapalannya. Dukungan pemerintah di negara lain dilakukan melalui kebijakan dan regulasi yang memperlancar tumbuhkembangnya industri perkapalan dan industri pendukungnya di negara tersebut. Bahkan pemerintah negara-negara tersebut selalu memperjuangkan kepentingan bisnis industri perkapalan mereka di negara lain.

Sebelum menutup paparan ini, kami menitipkan harapan kepada Pemerintah yang kita cintai ini agar dapat melakukan sebagaimana yang dilakukan pemerintah negara lain dalam mendukung industri perkapalannya dengan cara yang sedikit berbeda. Contoh, kita mengetahui bahwa meniru plus melakukan perbaikan/improvement sama dengan reengineering.

Paparan ini saya tutup dengan beberapa kalimat yang dapat memicu semangat kita untuk membangun negeri ini:

“BERSATU MEMACU USAHA DAN BERSAMA MERAIH SEJAHTERA” (Motto AIKKI).

“KALAU TIDAK SEKARANG KAPAN LAGI DAN KALAU BUKAN KITA SIAPA LAGI……”

Back
Copyright © 2015. All Rights Reserved. Orbitbumi.com