pikki.iscia@gmail.com info@pikki-iscia.org +6221 884 3485

NEWS PAGES

Senin, 14 Mar 2016

Impor kapal tinggi, saatnya industri galangan naikkan kapasitas produksi

JUM'AT, 24 JULI 2015
 
SURABAYA, kabarbisnis.com: Laju impor kapal laut di wilayah Jawa Timur kian besar. Pada tahun ini saja, sejak Januari hingga Mei 2015, tercatat nilai impor kapal laut di Jatim mencapai US$364,534 juta, naik 1.631% dibanding 2014 pada periode yang sama sebesar US$21,050 juta. 
 
Kepala Bidang Perdagangan Internasional Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim, Liri Idham mengatakan, bahwa kenaikan impor kapal laut ini menjadi satu indikasi pertumbuhan ekonomi Jatim, utamanya sektor perdagangan dan industri. Sebab, sebagian besar kapal yang diimpor tersebut adalah kapal barang yang digunakan untuk mengangkut komoditas perdagangan antar pulau dari Jatim. "Dan ini juga sebagai isyarat besarnya potensi pengembangan investasi di Jatim, karena kapal laut adalah barang modal untuk peningakatan kinerja industri," ujar Liri Idham saat ditemui kabarbisnis.com di kantornya, Surabaya, Jumat (24/7/2015).
 
Menurut Liri, selain kapal dagang, kapal yang diimpor tersebut adalah kapal perang dan crane terapung pengeboran untuk kebutuhan industri migas lepas pantai atau offshore. Impor kapal sebagian besar berasal dari Tiongkok, Amerika dan Jerman. "Kondisi ini harus ditangkap oleh pelaku industri galangan kapal dalam negeri sebagai kesempatan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi kapal yang mereka bangun agar pembangunan kapal tidak lagi dilakukan di luar negeri tetapi di dalam negeri," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Industri Alat Transporasi, Elektronika dan Telematika Disperindag Jatim, Drajat Irawan mengatakan bahwa kondisi industri galangan kapal di Jatim memang mengalami pasang surut. Masih saja ditemukan adanya galangan kapal yang tutup, padahal sebenarnya potensi pembangunan kapal oleh industri dalam negeri cukup tinggi. 
 
Akhir 2014, ujar Drajat, jumlah industri galangan kapal di Jatim, baik yang Badan Udaha Milik Negara (BUMN) ataupun Swasta mencapai 34 perusahaan yang tersebar di Surabaya, Banyuwangi dan Madura. Sementara kapasitas produksi untuk pembangunan kapal baru mencapai 82.200 DWT dan kapasitas reparasi mencapai 1.230.000 DWT. 
"Sebenarnnya Jatim sudah mengantisipasi tingginya peningakatan kebutuhan kapal dengan mengembangkan Lamongan, tepatnya Kecamatan Brondong, sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK) sektor industri maritim. Dan saat ini, sudah ada tiga industri maritim yang beroperasi disana, yaitu  Lamongan Marine Industry (LMI), PT Dok dan Perkapalan Surabaya, serta Lamongan Integrated Shorebase (LIS)," katanya. 
 
Rencananya, pengembangan KEK tersebut menelan investasi Rp9 triliun. Total luas lahan yang disiapkan untuk KEK industri perkapalan mencapai 4.000 hektare. Menurutnya, kawasan utara Lamongan memiliki pantai paling panjang bila dibandingkan dengan pesisir lain. Apalagi, lokasinya sangat strategis karena berbatasan dengan pelabuhan rakyat Sedayu Lawas, Gresik. "Selain itu, pantai Utara Lamongan ini cukup tenang sehingga sangat pas jika digunakan untuk pengembangan indusri galangan kapal," tegasnya.kbc6
 
Sumber: http://www.kabarbisnis.com/read/2859290/impor-kapal-tinggi--saatnya-industri-galangan-naikkan-kapasitas-produksi
 
 

Back
Copyright © 2015. All Rights Reserved. Orbitbumi.com